Welcome to Prime Plus Medical

Opening : 24/7
  Contact : +6281237387131

All posts by Content Editorial

Iuran BPJS Naik, Pilih Layanan Faskes BPJS Terbaik Untuk Anda

Baru-baru ini, pemerintah resmi menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Berdasarkan Perpres 75 tahun 2019 pemeritah menetapkan kenaikan sebesar 100 persen untuk iuran BPJS Kesehatan yang mulai berlaku pada 1 Januari 2020 mendatang.

Kenaikan ini berlaku untuk semua kelas peserta BPJS. Peserta kelas I naik dari Rp. 80 ribu per bulan menjadi Rp. 160 ribu, peserta kelas II naik dari Rp. 55 ribu menjad Rp. 110 ribu, dan peserta kelas III naik dari Rp. 25.500 menjadi Rp. 42 ribu.

Sebenarnya kenaikan itu tidak terlalu membebankan asalkan diikuti oleh peningkatan kualitas pelayanan untuk peserta BPJS. Namun, bagi anda yang merasa keberatan terhadap kenaikan iuran ini, anda bisa pindah kelas atau menurunkan kelas layanan BPJS yang lebih murah.

Perpindahan kelas ini bisa dilakukan satu bulan setelah pelunasan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Misalnya anda ingin melakukan perpindahan kelas dari kelas I ke kelas II, perubahan pelayanan ini baru berlaku pada bulan berikutnya.

Namun ada syarat yang harus diikuti untuk melakukan pindah kelas yaitu:

  • Penurunan kelas BPJS Kesehatan hanya dapat dilakukan untuk peserta mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU), seperti petani, nelayan, supir, ojek, pedagang, dan pekerja lainnya yang sejenis. Kelas BPJS Kesehatan untuk pekerja penerima upah akan dipilih oleh pihak BPJS.
  • Peserta bisa melakukan pindah kelas jika telah menjadi peserta BPJS Kesehatan selama 1 tahun, atau 12 bulan setelah proses perpindahan kelas sebelumnya.
  • Penurunan kelas berlaku untuk seluruh anggota keluarga yang terdaftar dalam kartu keluarga.
  • Perpindahan kelas bisa diproses setelah peserta melakukan iuran pada bulan pelaporan.

Dokumen yang harus disiapkan:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Kartu BPJS Kesehatan.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Mengisi formulir perubahan data lengkap dengan materai.

Cara ini dapat anda terapkan jika ingin mendapatkan kelas yang lebih murah. Namun bagi anda yang tidak ingin melakukan penurunan kelas, sebaiknya memilih fasilitas kesehatan (Faskes) BPJS yang menyediakan pelayanan maksimal dan berkualitas.

Pilihlah faskes tingkat 1 yang sudah melakukan kerjasama dengan BPJS, sehingga anda bisa mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Faskes tingkat 1 antara lain puskesmas, poliklinik, praktek dokter, rumah sakit kelas D pratama atau yang setara.

Memilih Faskes Tingkat 1 Terbaik

Saat ini banyak faskes yang sudah bekerjasama dengan BPJS. Anda bisa menemui klinik BPJS yang tersebar di setiap wilayah kabupaten atau kota. Namun, sebelum menentukan pilihan, ada baiknya anda mengiti tips untu k memilih faskes tingkat 1 yang tepat untuk anda dan keluarga, sebagai berikut:

  1. Pilih Faskes Terdekat Dari Tempat Tinggal Anda

Pilihlah faskes BPJS yang terdekat dari tempat tinggal anda.  Pastikan klinik BPJS tersebut mudah diakses oleh anggota keluarga anda. Memilih klinik BPJS terdekat memudahkan anda ketika memerlukan pelayanan kesehatan secara cepat.

  1. Pilih Faskes 24 Jam

Kita tidak pernah tahu kapan kita membutuhkan pelayanan kesehatan. Maka dari itu, siap melayani selama 24 jam menjadi kriteria wajib bagi klinik kesehatan. Dengan memilih faskes BPJS yang buka selama 24 jam, anda bisa mendapatkan pelayanan kesehatan kapan saja anda butuhkan.

  1. Pilih Klinik BPJS yang Melayani Rawat Inap

Jika memungkinkan, pilihlah faskes yang menyediakan layanan rawat inap, sehingga saat anda harus mendapatkan pelayanan rawat inap, tidak harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih jauh.

  1. Pilih Faskes yang Memiliki Fasilitas Lengkap dan Standar

Hal ini penting anda lakukan, mengingat setiap faskes memiliki standar fasilitas yang berbeda. Jika anda ingin mendapatkan pelayanan terbaik, pilihlah klinik BPJS yang menyediakan fasilitas medis lengkap dan berstandar internasional.

  1. Pilih Faskes yang Menyediakan Klinik Gigi BPJS

Saat anda mendaftar BPJS, biasanya diminta untuk memilih klinik gigi. Tidak semua klinik BPJS menyediakan fasilitas dokter gigi. Maka dari itu, pastikan faskes yang anda pilih memiliki pelayanan dokter gigi, sehingga anda bisa mendapatkan layanan satu pintu dan tidak harus ke klinik lain untuk mendapatkan perawatan gigi.

Saat ini, pihak BPJS sudah menyediakan kemudahan akses layanan melalui aplikasi mobile JKN yang bisa anda unduh gratis. Aplikasi ini memudahkan anda dalam memantau layanan BPJS, status kepesertaan, jadwal iuran, bahkan jika anda ingin melakukan perubahan data peserta, atau pindah faskes.

Bagi anda yang tinggal di wilayah Badung dan sekitarnya, anda bisa mendaftar pada klinik yang ada di kawasan Canggu. Banyak klinik di Canggu yang memiliki standar pelayanan internasional yang menerima pasien BPJS.

Klinik Pratama Prima (Prime Plus Medical) salah satunya. Klinik ini merupakan salah satu fasilitas kesehatan terbaik di Canggu. Klinik Pratama Prima menyediakan beragam layanan kesehatan, antara lain dokter yang siap melayani anda selama 24 jam, fasilitas gawat darurat, laboratorium medis, dan klinik gigi.

Klinik Pratama Prima juga melayani konsultasi kesehatan yang bisa anda manfaatkan menjadi mitra kesehatan rutin keluarga anda. Selain fasilitas kesehatan umum, klinik ini juga menyediakan layanan vaksinasi dan terapi vitamin IV untuk anda yang ingin mendapatkan tubuh yang lebih bugar dan prima setiap hari.

 

 

 

Read More

Bali Belly: How To Avoid and Treat It

For those who like to travel, make sure you have excellent health conditions. Especially for those who often visit developing countries like Indonesia, Africa, and India.

Some travellers visiting developing countries are often experiencing health problems in the form of stomach pain or food poisoning including:

  • Abdominal bloating, cramps and pain
  • Nausea and vomiting
  • Urgency/frequency in going to the toilet
  • Diarrhoea
  • Mild temperature
  • General malaise (weakness or discomfort)

If you were rushing to the bathroom with an upset stomach, nausea and vomiting, you might affected with Bali Belly symptoms. This disease is common when travelling, but the symptoms aren’t pleasant. The symptoms are quite painful and make you not want to be far from your hotel toilet.

This condition is quite detrimental to the traveller’s finances. In 2017, Cover-More said there were 1,457 cases of Bali Belly that caused travellers from Australia to spend nearly $ 2 million just in emergency care. This health problem usually occurs due to low hygiene standards.

How to Avoid Bali Belly?

To avoid this health problem, make sure that every food and water you consume while travelling is clean and hygienic. You can also prepare health referrals to clinics in the area you are visiting. Ask for proper treatment from a doctor to avoid the Bali Belly symptoms.

If you plan to go to Bali, you can make an appointment in advance with a health clinic in Bali, before you depart from your country.

Look for information from the internet about the best clinics that provide care for Bali Belly. You can visit the clinic in Canggu, Badung area. This area provides various health facilities that are intended for tourists and travellers.

Bali Belly can be caused by bacteria found in local food or drinking water. Travellers usually loved to taste unique food in Bali. Sometimes the food they consume is less hygienic and contaminated with bacteria. Consuming too many alcoholic drinks can also cause this disease.

But don’t worry, Bali Belly can be treated and will usually disappear on its own within 24 hours, although sometimes it can take several days to a week. Moderating the changes, you make to your lifestyle, especially on the first day of your vacation to Bali will help minimise the risk of contracting Bali Belly.

Personal hygiene is a must. Hand washing must be done thoroughly, especially after going to the toilet, holding money and before eating.

How to Treat Bali Belly

If you are affected with Bali Belly, immediately visit the nearest clinic to get injection and medication. This treatment will clear the infection in 24 hours.

Another way to treat this condition, you can take anti-diarrhoea drugs such as Imodium, Loperamide, and charcoal tablets that are available in supermarkets.

Drinking bottled water will also reduce the risk of contracting Bali Belly. However, the symptoms can last more than one day. If this condition persists for up to a week, the infection may be contagious, so you have to limit interactions with other people.

If it gets worse, contact the nearest doctor. Ask your hotel clerk to find the best clinic with full facilities.

Just for your reference, you can visit Prime Plus Medical, an international standard clinic that provides the best health care for travellers in Bali.

This clinic has emergency services that are ready to serve you 24 hours. All facilities available at Prime Plus Medical are specifically designed according to their functions to meet your needs for emergency care.

Supported by medical staff and professional nurses, Prime Plus Medical provides the latest and reliable medical equipment.

 

Source: https://www.travelonline.com/bali/bali-belly, https://www.covermore.com.au/blog/travel-tips/bali-belly

Read More

Why Vaccination is Safe and Important?

Vaccination is one of the effective ways to avoid disease. Through vaccination, your body will have a better immune system. A vaccine activates the body’s immune system to recognize pathogens like viruses and bacteria. Vaccines protect against more than 25 threatening diseases, including polio, tetanus, diphtheria, meningitis, influenza, typhoid, and even cervical cancer.

The first vaccination must be given to newborns. However, there are more than 20 million children in the world who have not been vaccinated from birth. This condition is putting them at risk of serious diseases, even death. World Health Organization (WHO) implements an international vaccination program to increase awareness of the world community about vaccinations.

The Global Vaccine Action Plan (GVAP) implemented as a work program to prevent millions of death through more equitable access to existing vaccines for people in all communities.

How did Vaccines work?

In simple terms, vaccination works for teaching your body how to defends itself from germs, viruses, or bacteria, which might endanger your health. Vaccines expose you to a very safe amount of viruses that have been weakened. This condition makes your body’s immune system to learn how to survive viruses and bacteria.

As a result, your body will be stronger, so it does not get sick quickly. This method is a natural way to deal with infectious diseases.

There are four types of vaccines that are commonly used in the medical industry.

  • Live Virus Vaccines: This formula uses a weakened virus into vaccines. The measles, mumps, and rubella (MMR) vaccine and varicella (Chickenpox), for example.
  • Killed (Inactivated) Vaccines: This vaccine formula is made from protein or the smallest part taken from viruses and bacteria. The Whooping Cough (Pertussis) vaccine is an example.
  • Toxoid Vaccines: This vaccine contains toxins and chemicals produced from viruses and bacteria. They increase your immune to protect from the harmful effects of the infection instead of to disease itself. Diphtheria and Tetanus vaccines is examples.
  • Biosynthetic Vaccines: This vaccine contains human-made synthetic formulas that are very similar to pieces of the virus or bacteria. The Hepatitis B vaccine is an example.

General Vaccination During Traveling

Who Needs Vaccines?

Infants and children are most at the highest risk from infectious diseases. Their immune system is not as good as adults, so it requires routine vaccinations. Adults also need further treatments to avoid the disease. For those who love to travel abroad and certain regions are also needed to get vaccinated.

Is Vaccines Safe?

Some people may worry that vaccination is harmful and unsafe. The American Academy of Pediatrics and the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) conclude that the benefits of vaccines outweigh their risks.

Some vaccines formula is containing life, but weakened viruses. It is unlikely that the vaccine will give you the infection. Only people with weakened immune systems should not receive these live vaccines.

Preparing for Vaccination

Before getting vaccinated, the vaccine provider must screen the patient. Providers should ensure that they have the right person to be vaccinated.

Here are steps for pre-vaccination screening:

  • Consider Occupational and Lifestyle Factors

providers should ask the person who will get vaccinated about their occupational and lifestyle factors. This procedure will help find the right vaccination for them.

  • Consider Action for Any Conditions

is a list made to determine vaccinations for patients. Ask your health care provider about the right vaccine and routine vaccination schedule.

  • Seek Further Advice

You can ask about vaccinations to the nearest health facility. If you need routine vaccinations, choose the clinic that provides the best general vaccination closest. You can enter keywords such as “clinic near me” through Google Search.

  • Bring Immunization Records

For those who like to travel, you should bring immunization records to the destinations you visit. Travel vaccination must be done at least one month before leaving. If you stay or visit in Bali, you can search for a Bali clinic or clinic in Canggu on your smartphone.

Find The Best Vaccination Service in Bali

For those who have planned to travel to Bali, Indonesia, you can look for information related to travel vaccinations before leaving. Find clinics that provide general vaccinations with complete facilities and international standards.

You can visit the Canggu area to arrange an immunization schedule at Prime Plus Medical. Our doctors and medical personnel are ready to serve you whenever needed.

Source: https://www.who.int/topics/vaccines/en/, https://immunisationhandbook.health.gov.au/vaccination-procedures/preparing-for-vaccination, http://www.acphd.org/iz/resources/general-vaccination-info.aspx, https://medlineplus.gov/ency/article/002024.htm

Read More
Medical clinic in Canggu

How to Choose the Right Medical Care in Canggu

For those who want a healthy life, a regular health check schedule definitely on your agenda. Sometimes, you need to find the right medical services for you and your family. You know exactly how important to find doctors in your area who fit your needs. You might have access to doctors reviews or know several people willing to rate doctors qualifications in the community.

In this situation, many people choose to search “urgent care near me” through Google until they find the right doctor for them. According to the American College of Emergency Physicians, 75 % of ER doctors are worried that patients may not find the right health care services when they need an emergency clinic. If this is your problem, you can follow the step bellows:

Find Primary Care Physicians

It is highly recommended to look for a doctor’s directory in your area to help you find a reputable practitioner as soon as possible. Primary care physicians provide regular check-ups to help diagnose problems and refer you to specialists. Having a primary care physicians is very beneficial for maintaining your health. They will also give advice when you are out of reach and need health facilities.

Emergency Medical Clinic

Emergency services needed when you have to treat serious conditions that need immediate medical care. As a result, this facility is best reserved for serious accidents or any other condition that may be life-threatening. However, these facilities require to register first and you willing to wait for the queue list. It may difficult for people with severe problems to get the care they need on time.

Licensed Health Care

This is the main factor that must be considered when you are looking for a clinic. But don’t worry, now it’s easier because you can find clinics through Google search. You just need to type the phrase hospital near me on your mobile. Look for licensed clinics.

If you live in Bali, there is Bali medical clinic that has international standard health care services. Their therapists must have licensed in the state. For the first visit, you should include a thorough medical history and physical examination before any treatment is rendered. Your goals should be discussed in detail during the first visit.

Choose Medical Services That You Can Trust

For those who live in a big city like Denpasar and Badung area, air pollution must be a big problem. This problem endangers health. In addition to a healthy lifestyle, you also have to arrange a routine schedule for medical facilities.

Badung, for example, this regency becoming central of goods and service movement. High increase vehicle use in this region contributes air pollutions which ultimately has effects on your health. Canggu area is one of the most densely populated in Badung.

Apply the following tips when you choose a clinic in Canggu area:

  • Choose health care facilities that are open 24 hours.

This is important to note, considering that not all Bali clinic open services for 24 hours. Some of them only serve patients until the afternoon or attend office hours. You should choose health facilities that serve participants for 24 hours so that you get maximum health services.

  • Choose health care facilities that provide complete facilities.

Every health facility has different facilities standards. For those who want the best service, it is advisable to choose the Bali clinic that has complete facilities, such as the availability of laboratories, and other supporting facilities.

  • Choose health care facilities that have dental clinics.

Because dental clinics are included in the list of people’s favorite health services. So, for those who routinely check dental health, choose health facilities that accept BPJS members. Dental clinics also become a quality standard for healthcare facilities.

Source: Immediateclinic.com, enrypt.com

Read More
BPJS Kesehatan JKN Mobile

Bebas Telat Iuran BPJS Kesehatan Lewat Metode Autodebit

Banyaknya data yang tidak valid dari peserta jaminan sosial BPJS Kesehatan membuat Kementerian Sosial (Kemensos) menonaktifkan jutaan data kepesertaan BPJS. Sebanyak 5.227.852 data kepesertaan dihapus. Peserta yang dinonaktifkan oleh BPJS Kesehatan adalah yang sudah meninggal atau memberikan data yang sudah tidak relevan.

Sebenarnya untuk melakukan cek  BPJS Kesehatan bisa dilakukan melalui aplikasi online, namun fasilitas ini belum dipergunakan secara maksimal. Di Bali sendiri, ada 47.278 Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS yang dinonaktifkan. Data tersebut diketahui dari Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2019 tentang Penonaktifan dan Perubahan Data Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Tahun 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya seperti yang dilansir dari Deti.com mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kabupaten dan kota di Bali mengenai penonaktifan peserta BPJS Kesehatan ini.”Kami imbau agar faskes tetap melayani pasien sambil diionformasikan kepada pasien kalau dia sudah tidak terdaftar PBI, dan agar mengurus kembali,” ungkap Suarjaya.

Pun begitu, Suarjaya meminta para tenaga fasilitas kesehetan (faskes) tetap melayani para peserta seperti biasa. Pelayanan di faskes, kata Suarjata, menjadi tanggungan faskes. “Faskes kana da misi sosial juga, pemeritah atau swasta harus melayani tidak menolak,” jelasnya.

Menurutnya, keputusan pusat ini terkesan mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dia menyarankan para peserta tidak mampu di Pulau Dewata segera melakukan cek BPJS Kesehatan ke Dinas Sosial, atau melapor ke call center BPJS Kesehatan. Suarjaya juga meminta para peserta di Bali mendaftarkan diri untuk program Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS).

“Kami jua sudah mengkomunikasikan ini ke layanan kalau dia (peserta) datang tetap dilayani jadi tanggungan faskes jangan ditolak. Jika dia (peserta) bekerja minta (dibayarkan) oleh pemberi kerjanya. Kalau tidak mampu, Bali kan (punya) JKN-KBS, jadi daftar di daerah kalau masih ada anggarannya,” urai Suarjaya.

Pemutakhiran Data PBI

Kemensos menyatakan sebanyak 5.227.852 jiwa PBI tersebut dinonaktifkan status kepesertaannya lantaran ditemukan data kependudukan yang tidak valid. Kepala Biro Humas Kemensos, Sonny Manalu mengatakan melakukaa verivikasi dan validasi data sudah menjadi tugas Kemensos.

“Bahwa memang betul salah satu tugas Kementerian Sosial adalah melakukan penetapan hasil verivikasi dan validasi data. Jadi sudah ke enam kalinya Menteri Sosial menyempurnakan data-data PBI,” terang Sonny seperti yang dikutin Detik.com.

Penonaktifan data peserta ini juga bisa terjadi bagi para peserta yang telat melakukan pembayaran. Walaupun bisa jadi keterlambatan pembayaran ini tidak disengaja oleh peserta, namun pihak Kemensos akan tetap memberlakukan denda jika peserta tidak membayar iuran BPJS Kesehatan sesuai jadwal yang ditentukan. Namun, tidak perlu khawatir, peserta bisa mendaftarkan akun BPJS Kesehatan mereka melalui metode autodebit agar tidak lagi terlambat membayar iuran.

Mode Autodebit

Ugar terhindar dari denda, para peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Idonesia Sehat (JKN-KIS) kini dapat membayar iuran BPJS Kesehatan melalui layanan autodebit. Seperti yang dilansir dari Tribunnews.com, Kepala Humas BPJS Kesehatan, M, Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan layanan ini menawarkan sejumlah keunggulan dan kemudahan yang tidak dimiliki metode pembayaran lain.

“Pertama, karena otomatis terpotong dari nomor rekening atau melalui aku financial technologi (fintech). Peserta tidak perlu lagi khawatir lupa membayar iuran setiap bulan. Peserta pun terhindar dari resiko denda yang muncul jika terlambat membayar iuran,” jelas Iqbal.

Iqbal juga mengatakan bahwa peserta cenderung membayar iuran mendekati batas jatuh tempo. Tak bisa dipungkiri bahwa sistem elektronik BPJS Kesehatan terkadang mengalami gangguan, sehingga peserta tidak bisa membayar iuran. “Peserta tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu ada gangguan sistem yang mengakibatkan tidak bisa membayar iuran. Kondisi semacam ini bisa teratasi dengan autodebit,” tandasnya.

Saat ini, fasilitas autodebit ini tidak hanya disediakan oleh sejumlah bank yang telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA, melainkan juga ada pilihan lainnya. Per Juli 2019, autodebit juga dapat dilakukan melalui fintech yang tersedia pada Mobile JKN.

Yang paling mutakhir adalah bagi peserta yang tidak memiliki smartphone dan tidak memiliki rekening bank saat ini, peserta tetap dapat melakukan pendaftaran autodebit melalui telepon genggam (2G) dengan mengakses *141*999#. Selanjutnya, peserta dapat mengisi saldonya di seluruh Kantor Pos Indonesia maupun outlet Alfamart dengan menunjukkan nomor peserta JKN-KIS dan menyebutkan nomor ponselnya.

Pilih Faskes Terdekat Yang Terbaik

Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat anda memilih faskes BPJS Kesehatan. Selain memilih faskes terdekat dari tempat tinggal, anda juga harus memperhatikan kualitas pelayanan di faskes atau Klinik BPJS pilihan anda.

Berikut merupakan tips yang bisa anda ikuti dalam memilih Klinik BPJS terbaik :

  1. Pilihlah faskes tingkat 1 yang buka 24 jam.

Hal ini penting diperhatikan mengingat tidak semua klinik BPJS yang membuka pelayanan selama 24 jam. Beberapa di antaranya hanya melayani pasien sampai sore hari, atau mengikuti jam kantor (office hour). Sebaiknya anda memilih faskes yang melayani peserta selama 24 jam, agar anda mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.

  1. Pilihlah faskes yang menyediakan fasilitas lengkap.

Setiap faskes yang bekerjasama dengan BPJS memiliki standar fasilitas yang berbeda. Bagi anda yang menginginkan pelayanan terbaik, disarankan memilih faskes yang memiliki fasilitas lengkap, seperti, tersedianya pemeriksaan laboratorium, radiologi, dan fasilitas penunjang lainnya.

  1. Pilihlah faskes yang memiliki klinik gigi.

Karena klinik gigi termasuk dalam daftar pelayanan kesehatan favorit masyarakat. Jadi, bagi anda yang rutin memeriksakan kesehatan gigi, pilihlah faskes yang menerima pasien klinik gigi BPJS. Klinik gigi juga menjadi standar kualitas pelayanan fasilitas kesehatan.

Bagi anda peserta BPJS yang tinggal di kawasan Canggu, Badung, anda bisa mengunjungi Klinik Pratama Prima (Prime Plus Medical) yang berlokasi di Jalan Subak Sari Nomer 90-A, Banjar Dinas Tegal Gundul Canggu. Klinik Pratama Prima (Prime Plus Medical) merupakan klinik yang memiliki standar pelayanan internasional yang menerima peserta BPJS Kesehatan. Selain menawarkan pelayanan terbaik, Klinik Pratama Prima (Prime Plus Medical) beroperasi selama 24 jam, dan menyediakan fasilitas klinik gigi.

Klinik Pratama Prima (Prime Plus Medical) menjadi mitra kesehatan masyarakat, khusus nya bagi yang membutuhkan pelayanan kesehatan di seputaran Canggu, Badung. Klinik Pratama Prima (Prime Plus Medical) menyediakan fasilitas lengkap, seperti laboratorium, klinik gigi dan fasilitas lainnya yang didukung oleh tenaga medis professional yang terlatih.

 

Sumber: Detik.com, Tribunnews.com

Read More
× How can I help you?